10 December 2012

The Nayato Collection Part 1

 
Nayato atau sutradara seribu nama ini yang selalu berganti-ganti nama sebagai Pinkan Utari, Chiska Doppert dan Koya Pagayo dikenal dengan filmnya yang luar biasa menakjubkan. Nayato sangat hebat dalam membuat film-film horror sampah. Siapapun harus segera membuat sebuah award untuknya. Entah kapan ia akan berubah dan sadar bahwa sebenarnya ia telah membuat banyak sekali film sampah yang tak layak tonton. Dan bodohnya saya, saya terus menonton film-filmnya (dulu). Nayato terus menerus membuang sampah ke bioskop kesayangan karena ya penonton Indonesia yang selalu mau tertipu dengan film-film tidak jelasnya. Dan untungnya masih ada yang tak kalah buruknya lagi, KK Dheraj yang saya benar-benar tidak mau menonton satu pun filmnya. Belum pernah. Dan catat: TIDAK AKAN PERNAH. Berikut ini adalah beberapa koleksi film-film terbaik Nayato yang telah saya hitung bahwa saya telah menonton film Nayato sebanyak 20 kali. Let's get started:



List dibawah ini adalah dari film Nayato yang menurut saya paling mendingan menuju yang paling sampah:

20. Butterfy (2007)
 
Butterfly adalah film Nayato yang masih berada di jalur lumayan walaupun tetap masih banyak kekurangan. Memilih Poppy Sovia dan Debby Kristy sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat. Namun, betapa membosankanya menyaksikan perjalanan ketiga anak muda yang sangat predictable. Titien Wattimena sudah melakukan pekerjaanya dengan cukup baik. Namun, Nayato masih belum mampu mengeksekusi "Butterfly" menjadi film Drama Indonesia yang mencuri perhatian. Cukup mengharukan di beberapa adegan. Dan adegan flashbacks nya cukup mudah untuk diikuti. At least, tidak memusingkan. Ya, semua itu berkat dari pendalaman karakter para aktris di film ini yang bermain dengan lumayan baik. Dan bertemunya ketiga pemeran utama di awal film cukup menarik dan cute. Dan poster nya yang menjadi salah satu poster favorit saya.
Rating: B-

19. Te[Rekam] (2010)
 Te[rekam] Movie Poster
Semacam apa ya film ini? Paranormal Activity wanna be? Mungkin dari judulnya saja sudah tahu bahwa akan jadi seperti apa film ini. Olga Lydia, Monique Henry dan Julia Perez hendak pergi ke suatu rumah untuk keperluan film mereka. Dengan handycam dan memasang beberapa kamera di sudut-sudut rumah tersebut. Tak sengaja mereka menangkap aktivitas gaib yang terjadi di rumah tersebut. Well, Te[Rekam] berjalan cukup menyenangkan. Dan lucu! Ya, garis bawahi kata lucu karena saya juga tidak tahu mengapa saya tertawa begitu lepas melihat film ini. Bukan! Saya bukan mengejeknya, benar-benar tertawa. Alasan yang paling tepat untuk menjelaskan mengapa saya tertawa adalah Julia Perez. Akting dari Jupe begitu natural dan dia benar-benar menjadi orang yang paling menyegarkan! Tanpa pamer-pamer badan dan dengan pakaian dalamnya, Jupe menjadi salah satunya faktor yang membuat saya tidak begitu membenci. Walaupun film ini tidak ada seram-seramnya.
Rating: B-

18. Lewat Tengah Malam (2007)

 
Lewat Tengah Malam mengisahkan tentang gadis yang diperankan oleh Joanna Alexandra yang tinggal bersama ibunya Catherine Wilson disebuah apartemen. Tiba-tiba ia diganggu dengan mahkluk halus ynag menghantuinya kemanapun ia pergi. Simple as that. Namun twist di akhir film cukup mengejutkan walaupun telah dipakai oleh ribuan film horror. Saya ingat sekali saya menoton film ini bersama keluarga besar saya. Oh My! Memalukan sekali sepertinya menonton film horror Indonesia yang hasilnya tidak sesuai dengan apa yang saya katakan kepada orang tua saya bahwa 'Film ini akan menakjubkan'. Sedikit terkejut, bahwa ternyata film ini tidak tampil seburuk apa yang saya kira pula. Joanna Alexandra sangat cantik di film ini. Dan sangat tidak enak dipandang melihat Catherine Wilson bermain begitu kaku. Dan mimik muka nya yang sedikti kaku di beberapa adegan. Lewat Tengah Malam memiliki beberapa adegan yang cukup kuat. Mengagetkan di beberapa adegan. Namun, for the most part. Lewat Tengah Malam terkadang gagal menakut-nakuti. Berbeda dengan film Nayato sekarang yang cenderung menggabungkan komedi dengan horror yang jatuhnya ke komedi. Lewat Tengah Malam hadir sebagai film horror Nayato yang mendingan dibandingkan yang lain. Cukup mengasyikan. Cukup menghibur.

Rating: C+

17. Ada Hantu Di Sekolah (2004)
Sudah sedikit lupa dengan ceritanya. Yang saya ingat adalah Ada Hantu Di Skolah was pretty dissapointing. Casts nya memang lumayan apik. Ada Hantu Di Sekolah sepertinya sudah cukup menggambarkan bagaimana isi film tersebut. Saya akan jelaskan yang saya ingat saja, sound effect nya sedikit berlebihan. Walaupun di adegan pembukanya yang mengambil tempat di perpustakaan cukup mengerikan. Dan di adegan akhir yang lumayan lah. Dan pergerakan kamera yang pas. Ada Hantu Di Sekolah tetaplah masih sebuah film horror karya Nayato yang mengecewakan. 
Rating: C-

16. Kereta Hantu Manggarai (2008)
 
Mengisahkan tentang Sheila Marcia dan adiknya yang baru bertengkar, kemudian adiknya kabur dari rumah dan menghilang. Sheila Marcia mulai mencurigai bahwa ia telah diculik oleh hantu di Kereta Manggarai. Bagaimana ia bisa menebak begitu cepat? Sheila Marcia beserta teman-temanya telah berjalan begitu jauh karena sekarang mahkluk gaib telah mengincar nyawa mereka tanpa sebab. Nadila Ernesta!! The Hightlight of the movie right there. Mungkin itu lah hal terkuat yang mampu membuat saya untuk tetap bertahan sampai akhir film. And....not gonna lie. Saya cukup terkejut karena cukup menikmati Kereta Hantu Manggarai di beberapa adegan. Untuk keseluruhan film? Oh tidak. Saya masih waras. Adegan menyeramkan tidak mampu dibangun oleh Nayato dengan cukup baik. Dan semua adegan disini hanyalah contekan dari film-film Korea dan Jepang yang sayangnya para penonton sebagian sudah tahu dan menjadi sedikit basi. Yang membuat saya memberikan Kereta Hantu Manggarai rating dibawah ini adalah film ini cukup menarik dan cukup seru di akhir film. Nadilla Ernesta adalah salah satu bintang di film ini yang tidak tampil mengecewakan.

Rating: C-

15. Hantu Jeruk Purut (2006)
 
Hantu Jeruk Purut mengisahkan tentang novelis-novelis sok tahu yang ingin mengambil kisah sebuah TPU. Novelis pertama meninggal dunia. Dan Novelis Kedua dihantui oleh hantu-hantu yang marah dan ingin agar kisahnya tidak dibuat ke bentuk buku dan untuk berhenti menulis kebohongan. Hantu Jeruk Purut, percayalah berakhir dengan sangat-sangat simpel. Lebih simpel dari pakaian saya ke supermarket. Benar-benar tidak menunjukkan kekompleks-an ceritanya. Hantu-Hantu nya bisa dibilang hadir dengan cukup mencekam walaupun pastinya sedikit menganggu jika gagal menakut-nakuti. Para pemain masih terbilang kaku, ya wajar saja mereka pendatang baru ditahun 2006. Dan adegan yang cukup menganggu hadir di adegan yang bersetting di RUmah Sakit. Ya Tuhan, apakah kita sebodoh itu dibodoh-bodohi oleh Nayato? Hantu Jeruk Purut juga memiliki adegan yang berharap untuk tampil sebagai adegan tersadis di sejarah Perfilman Horror Indonesia melainkan malah ditertawai. Well, memang adegan itu cukup menarik perhatian saya sih. Jadi, secara keseleruhan Hantu Jeruk Purut adalah film yang terlalu banci. Mau menakut-nakuti penontonya namun malah gagal. Hm, sangat mengecewakan.

Rating: D+
14. Kuntilanak - Kuntilanak (2012)

13. Hantu Perawan Jeruk Purut (2008)
Mengisahkan tentang Nadia yang baru bertengkar dengan kekasihnya Elang, Nadia yang seharusnya tidak bernyawa kemudian bangkit dan hidup kembali. Menghindar dari Elang, Nadia tinggal di sebuah rumah tau yang ternyata adalah rumah angker. Nadia mulai diganggu dengan mahkluk gaib. Ratu Felisha! Hal yang paling saya ingat dalam film ini. Dan jelas ia bermain dengan sangat seksi di dalam film ini. Hantu Perawan Jeruk Purut adalah contoh film horror yang menggambarkan keseksian para pemainya atau sebagai salah satu contoh untuk horror sekarang ini. Twist nya bekerja dengan baik walaupun sedikit memaksakan di beberapa adegan. Hantu Perawan Jeruk Purut masih bisa terbilang layak tonton walaupun sama sekali tidak akan pernah merekomendasikan film yang satu ini. Beberapa adegan memang tampak bodoh. Tidak mungkin terjadi dan sepertinya Nayato tidak punya otak menaruh adegan ini di dalam film ini yang membuatnya cukup menganggu. Pada akhirnya, menyaksikan Hantu Perawan Jeruk Purut adalah sebuah kesalahan besar dan pertanyaan besar untuk film ini adalah, apakah sebenarnya maksud dari judul nya dengan isi dari film ini? Nyambung tidak sih? Jika disambung-sambungi hasilnya jadi terlalu memaksakan.

Rating: D+

12. Ekskul (2006)

11. Putih Abu Abu Dan Sepatu Kets (2009)
Filmnya sebenarnya dibagi menjadi tiga bagian, Bagian Michellia Putri, Filda Effendy dan bagian Rana Audi Marissa. Film ini menceritakan bagaimana mereka menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Ini adalah salah satu drama terbodoh Nayato! Nama-nama pemainya sepertinya tidak mendukung filmnya sama sekali. And what? Ada orang jatuh ke tanah kok rasanya tidak ada merasa kesakitan dan tanda-tanda terlukanya? Adegan-adegan bodoh tersebut cukup menggambarkan bagaimana ketidakwarasan Nayato dalam menggarap sebuah film. Namun, selain kebodohan adegan demi adegan, Nayato cukup mampu membuat Putih Abu Abu Dan Sepatu Kets hadir sebagai film remaja yang sangat remaja dan sangat berkaitan dengan anak-anak remaja saat ini. Jadi, kita pun ikut merasakan suasana dan perasaan mereka. Kita pernah melewati itu, dan terkadang kita tersenyum bahwa kita telah melakukan hal tersebut. Putih Abu Abu Dan Sepatu Kets masih film yang kurang bagus. Tidak bagus lebih tepatnya.

Rating: D-

Part 2 Coming Soon!

No comments:

Post a Comment