
List dibawah ini adalah dari film Nayato yang menurut saya paling mendingan menuju yang paling sampah:
20. Butterfy (2007)

Rating: B-
19. Te[Rekam] (2010)
Semacam apa ya film ini? Paranormal Activity wanna be? Mungkin dari judulnya saja sudah tahu bahwa akan jadi seperti apa film ini. Olga Lydia, Monique Henry dan Julia Perez hendak pergi ke suatu rumah untuk keperluan film mereka. Dengan handycam dan memasang beberapa kamera di sudut-sudut rumah tersebut. Tak sengaja mereka menangkap aktivitas gaib yang terjadi di rumah tersebut. Well, Te[Rekam] berjalan cukup menyenangkan. Dan lucu! Ya, garis bawahi kata lucu karena saya juga tidak tahu mengapa saya tertawa begitu lepas melihat film ini. Bukan! Saya bukan mengejeknya, benar-benar tertawa. Alasan yang paling tepat untuk menjelaskan mengapa saya tertawa adalah Julia Perez. Akting dari Jupe begitu natural dan dia benar-benar menjadi orang yang paling menyegarkan! Tanpa pamer-pamer badan dan dengan pakaian dalamnya, Jupe menjadi salah satunya faktor yang membuat saya tidak begitu membenci. Walaupun film ini tidak ada seram-seramnya.
Rating: B-
18. Lewat Tengah Malam (2007)

Rating: C+
17. Ada Hantu Di Sekolah (2004)
Rating: C-
16. Kereta Hantu Manggarai (2008)

Rating: C-
15. Hantu Jeruk Purut (2006)
Hantu Jeruk Purut mengisahkan tentang novelis-novelis sok tahu yang ingin mengambil kisah sebuah TPU. Novelis pertama meninggal dunia. Dan Novelis Kedua dihantui oleh hantu-hantu yang marah dan ingin agar kisahnya tidak dibuat ke bentuk buku dan untuk berhenti menulis kebohongan. Hantu Jeruk Purut, percayalah berakhir dengan sangat-sangat simpel. Lebih simpel dari pakaian saya ke supermarket. Benar-benar tidak menunjukkan kekompleks-an ceritanya. Hantu-Hantu nya bisa dibilang hadir dengan cukup mencekam walaupun pastinya sedikit menganggu jika gagal menakut-nakuti. Para pemain masih terbilang kaku, ya wajar saja mereka pendatang baru ditahun 2006. Dan adegan yang cukup menganggu hadir di adegan yang bersetting di RUmah Sakit. Ya Tuhan, apakah kita sebodoh itu dibodoh-bodohi oleh Nayato? Hantu Jeruk Purut juga memiliki adegan yang berharap untuk tampil sebagai adegan tersadis di sejarah Perfilman Horror Indonesia melainkan malah ditertawai. Well, memang adegan itu cukup menarik perhatian saya sih. Jadi, secara keseleruhan Hantu Jeruk Purut adalah film yang terlalu banci. Mau menakut-nakuti penontonya namun malah gagal. Hm, sangat mengecewakan.
Rating: D+
14. Kuntilanak - Kuntilanak (2012)
13. Hantu Perawan Jeruk Purut (2008)
Mengisahkan tentang Nadia yang baru bertengkar dengan kekasihnya Elang, Nadia yang seharusnya tidak bernyawa kemudian bangkit dan hidup kembali. Menghindar dari Elang, Nadia tinggal di sebuah rumah tau yang ternyata adalah rumah angker. Nadia mulai diganggu dengan mahkluk gaib. Ratu Felisha! Hal yang paling saya ingat dalam film ini. Dan jelas ia bermain dengan sangat seksi di dalam film ini. Hantu Perawan Jeruk Purut adalah contoh film horror yang menggambarkan keseksian para pemainya atau sebagai salah satu contoh untuk horror sekarang ini. Twist nya bekerja dengan baik walaupun sedikit memaksakan di beberapa adegan. Hantu Perawan Jeruk Purut masih bisa terbilang layak tonton walaupun sama sekali tidak akan pernah merekomendasikan film yang satu ini. Beberapa adegan memang tampak bodoh. Tidak mungkin terjadi dan sepertinya Nayato tidak punya otak menaruh adegan ini di dalam film ini yang membuatnya cukup menganggu. Pada akhirnya, menyaksikan Hantu Perawan Jeruk Purut adalah sebuah kesalahan besar dan pertanyaan besar untuk film ini adalah, apakah sebenarnya maksud dari judul nya dengan isi dari film ini? Nyambung tidak sih? Jika disambung-sambungi hasilnya jadi terlalu memaksakan.
Rating: D+
12. Ekskul (2006)
11. Putih Abu Abu Dan Sepatu Kets (2009)
Filmnya sebenarnya dibagi menjadi tiga bagian, Bagian Michellia Putri, Filda Effendy dan bagian Rana Audi Marissa. Film ini menceritakan bagaimana mereka menyelesaikan masalah mereka masing-masing. Ini adalah salah satu drama terbodoh Nayato! Nama-nama pemainya sepertinya tidak mendukung filmnya sama sekali. And what? Ada orang jatuh ke tanah kok rasanya tidak ada merasa kesakitan dan tanda-tanda terlukanya? Adegan-adegan bodoh tersebut cukup menggambarkan bagaimana ketidakwarasan Nayato dalam menggarap sebuah film. Namun, selain kebodohan adegan demi adegan, Nayato cukup mampu membuat Putih Abu Abu Dan Sepatu Kets hadir sebagai film remaja yang sangat remaja dan sangat berkaitan dengan anak-anak remaja saat ini. Jadi, kita pun ikut merasakan suasana dan perasaan mereka. Kita pernah melewati itu, dan terkadang kita tersenyum bahwa kita telah melakukan hal tersebut. Putih Abu Abu Dan Sepatu Kets masih film yang kurang bagus. Tidak bagus lebih tepatnya.
Rating: D-
Part 2 Coming Soon!
![Click to View Extra Large Poster Image for Te[rekam] Te[rekam] Movie Poster](http://www.impawards.com/intl/indonesia/2010/posters/te_rekam_ver2.jpg)


No comments:
Post a Comment